Minggu, 01 Desember 2013

KD IPA


LAPORAN PRAKTIKUM
FLUIDA DINAMIK


Disusun oleh :
ULYA DEWI AZZAHRA                            A510130281
SETYORINI  N.H.                                        A510130308
ARDYANSAH WP                                       A510130304
LULUT DIAN SAPUTRI                             A510130283
RIA WULAN FITRITANI                            A510130311

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013

A.    Judul
Fluida Dinamik
B.     Waktu dan tempat penelitian
Senin, 18 Nopember 2013 pukul 20.15 – 23.30 / Nilasari, Gonilan, Pabelan, Sukoharjo
C.    Tujuan
Mengukur laju air keluar dari botol pada tiap lubang dengan ketinggian tertentu terhadap permukaan air.
D.    Dasar Teori
Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Fluida mencakup zat cair, air dan gas karena kedua zat ini dapat mengalir, sebaliknya batu dan benda-benda keras atau seluruh zat padat tidak digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa mengalir.
Sifat Fluida Ideal:
- tidak dapat ditekan (volume tetap karena tekanan)
- dapat berpindah tanpa mengalami gesekan
- mempunyai aliran stasioner (garis alirnya tetap bagi setiap partikel)
- kecepatan partikel-partikelnya sama pada penampang yang sama
Fluida dapat kita bagi menjadi dua bagian yakni :
1.      Fluida statis
Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser. 
Contoh fenomena fluida statis dapat dibagi menjadi statis sederhana dan tidak sederhana. Contoh fluida yang diam secara sederhana adalah air di bak yang tidak dikenai gaya oleh gaya apapun, seperti gaya angin, panas, dan lain-lain yang mengakibatkan air tersebut bergerak. Contoh fluida statis yang tidak sederhana adalah air sungai yang memiliki kecepatan seragam pada tiap partikel di berbagai lapisan dari permukaan sampai dasar sungai.
2.      Fluida Dinamis
Fluida dinamis adalah fluida (bisa berupa zat cair, gas) yang bergerak. Untuk memudahkan dalam mempelajari, fluida disini dianggap steady (mempunyai kecepatan yang konstan terhadap waktu), tak termampatkan (tidak mengalami perubahan volume), tidak kental, tidak turbulen (tidak mengalami putaran-putaran).
Besaran-besaran dalam fluida dinamis :
·         Debit aliran (Q)
Jumlah volume fluida yang mengalir persatuan waktu
Q = V / t
Q = A. v
Dimana,
Q   =    debit aliran (m3/s)
V   =    volume air (cm3)
A   =    luas penampang (m2)
v    =    laju aliran fluida (m/s)
Aliran fluida sering dinyatakan dalam debit aliran
·         Persamaan Kontinuitas
Air yang mengalir di dalam pipa air dianggap mempunyai debit yang sama di sembarang titik. Atau jika ditinjau 2 tempat, maka:
Debit aliran 1 = Debit aliran 2,
Q1      =  Q2
A1v1 = A2v2
·         Hukum Bernoulli
Hukum Bernoulli adalah hukum yang berlandaskan pada hukum kekekalan energi yang dialami oleh aliran fluida. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah tekanan (p), energi kinetik per satuan volume, dan energi potensial per satuan volume memiliki nilai yang sama pada setiap titik sepanjang suatu garis arus. Jika dinyatakan dalam persamaan menjadi :
P + 1/2 ρv2 + ρgh = Konstant
P1 + 1/2 ρv12 + ρgh1 = P2 + 1/2 ρv22 + ρgh2
Dimana :
p   = tekanan air (Pa)
v    = kecepatan air (m/s)
g   = percepatan gravitasi
h    = ketinggian air

E.     Alat dan Bahan
*      Botol air mineral ukuran sedang
*      Penggaris
*      Plester
*      Gunting
*      Stopwatch
*      Air
*      Bulpen
*      Paku (untuk membuat lubang)

F.     Langkah Kerja
1.      Memotong 1 buah botol hingga bagian lehernya
2.      Mengukur tinggi botol, kemudian membagi botol menjadi 4 bagian yang sama panjang, menandai dengan menggunakan bulpen.
3.      Melubangi bagian yang ditandai tersebut dengan paku yang sudah dipanasi, (lubang berdiameter 0,5 cm)
4.      Menutup lubang-lubang menggunakan isolasi.
5.      Memasukkan air hingga penuh pada botol tersebut, kemudian membuka isolasi pada lubang 1, mencatat waktu yang diperlukan hingga air berhenti.
6.      Setelah air pada lubang pertama berhenti, menutup kembali lubangnya, kemudian mengisi air hingga penuh. Lalu membuka isolasi pada lubang ke 2 dan mencatat waktu yang diperlukan hingga air berhenti.
7.      Melakukan hal tersebut pada lubang ke-3 dan ke-4.

G.    Data Pengamatan :
NO
Lubang
Waktu  (s)
1
h 1
41.98
2
h 2
56.15
3
h 3
           01.12.81
4
h 4
          01.18.79







Keterangan :
Diameter Botol : 6 cm
Diameter Lubang : 0,5 cm
Tinggi Botol : 17,5 cm
Vbotol = Π.r2.t
           = 3,14. 32 . 17,5
           = 3,14. 9. 17,5
           = 494,55 cm3
           = 494,55 mL
            h 1 = 3,5 cm
            h 2 = 7,0 cm
            h 3 = 10,5 cm
            h 4 = 14,0 cm




H.    Analisis Data
Dari data diatas dapat dihitung debit air:
Diketahui  à        A   = πd2    =3,14 x 62 = 113,04

*      Volume air  (V = A x h)

·         h 1 ( 3,5 cm)
      V = 113,04 x 3,5
V =  395.64 cm3
  • h 2 (7,0 cm)
V = 113,04 x 7,0
V = 791,28 cm3
  • h 3 (10,5 cm)
V = 113,04 x 10,5
V  =  1.186,92 cm3
  • h 4 (14,0 cm)
V = 113,04 x 14
V = 1.582,56 cm3


*      Debit air (Q = V : t )

·         h 1 ( 3,5 cm)
Q = V / t
Q1 = 395.64: 41.98
    = 9,42 mL/s
·         h 2 ( 7,0 cm)
Q = V / t
Q2 = 791,28 : 56.15
    = 14,13 mL/s

·         h 3 ( 10,5 cm)
Q = V / t
Q3 = 1.186,92 : 72.81
     = 16,26 mL/s
·         h 4 ( 14,0 cm)
Q = V / t
Q4 =1. 582,56 : 78.79
    = 20,03 mL/s


*      Laju air ( v = Q : A)

·         h 1 ( 3,5 cm)
 v1 = 9,42 : 113,04
     = 0,083 cm/s
·         h 2 ( 7,0 cm)
v2 = 14,13 :  113,04
    = 0,125 cm/s
·         h 3 ( 10,5 cm)
v3 =  16,26 : 113,04
     =  0,143 cm/s
·         h 4 ( 14,0 cm)
v4 = 20,03 :  113,04  
    = 0,177 cm/s





Sehingga dapat dibuat bagan :
NO
Lubang
Volume air (cm3)
Waktu 
(s)
Debit air
 (mL/s)
Laju air
(cm/s)
1
h 1
395.64
42
9,42
0,083
2
h 2
791,28
56
14,13
0,125
3
h 3
1.186,92
73
16,26
0,143
4
h 4
1.582,56
79
20,03
0,177

Dari hasil praktikum didapati bahwa semakin tinggi lubang, maka waktu yang dibutuhkan untuk fluida mengalir akan semakin lama. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah lubang, maka waktu yang dibutuhkan untuk fluida mengalir semakin cepat. Hal ini dikarenakan :
1.      volume, dimana volume air dari masing-masing ketinggian berbeda. Volume air pada lubang ke 4 paling besar, dan volume pada lubang ke 1 paling kecil. Sehingga waktu yang dibutuhkan air untuk mengalir pada lubang ke 4 semakin lama.
2.      Tekanan hidrostatis,dimana pada lubang ke 4 memiliki volume yang terbesar, dimana semakin besar volume air akan memberikan gaya tekan yang lebih besar (tekanan hidrostatis) dibandingkan dengan jumlah air yang sedikit. Sehingga lubang ke 4 memiliki laju yang paling besar dibandingkan yang lain.

I.       Kesimpulan
Dari percobaan  dapat disimpulkan bahwa:
ü  semakin tinggi lubang (semakin jauh lubang dari permukaaan) maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan air.
ü  Semakin tinggi lubang (semakin jauh lubang dari permukaan) maka laju air akan lebih cepat dibandingkan dengan yang lain. Hal ini dikarenakan pada posisi paling jauh dari permukaan, tekanan yang dialaminya lebih besar dari pada posisi paling atas. Sehingga, dengan tekanan yang besar membuat aliran fluida mengalir lebih cepat.
Daftar Pustaka

















LAMPIRAN










Tidak ada komentar:

Posting Komentar